Legenda Milan Van Basten, Gullit dan Rijkaard

Dutch Internationals (left-right) Frank Rijkaard, Marco Van Basten and Ruud Gullit after joining AC Milan, July 1988. (Photo by Bob Thomas/Getty Images)

Dutch Internationals (left-right) Frank Rijkaard, Marco Van Basten and Ruud Gullit after joining AC Milan, July 1988. (Photo by Bob Thomas/Getty Images)

AC Milan sudah memenangkan gelar Liga Italia sebanyak 18 kali. Satu masa luar baisa dalam sejarah kaya mereka ditekankan oleh ketiga pemain Belanda ini. Bintang belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard dan Marco van Basten memainkan peran penting dalam kesuksesan klub di akhir tahun 80’an dan pertengahan 90’an. Gelar nasional dan internasional datang ke Milan dan hingga hari ini fans Milan dan juga para pemain masih mengungapkan rasa senangnya.

Gullit dan Van Basten bergabung dengan klub tahun 1987, RIjkaard satu tahun kemudian. Awalnya, Gullit yang punya pengaruh paling besar. Kapten Belanda karismatik ini di musim pertamanya di Milan Gullit berhasil membawa Milan meraih “Scudetto” untuk pertama kalinya dalam 9 tahun. Untuk mendatangkan Gullit, AC Milan saat itu membayar transfer termahal pada PSV Eindhoven. Tetapi mereka mendapat ganjaran setimpal.

Marco van Basten bermain untuk Ajax di Amsterdam sebelum pindah ke AC Milan. Di Belanda, dia menjadi top scorer di ajang liga selama empat musim dari 1983 sampai 1987, mencetak 117 gol dalam 112 pertandingan. Tahun 1987, dia juga mencetak gol tunggal dalam ajang final UEFA Cup Winners’ Cup. Itu adalah trofi Eropa Ajax terakhir yang dilewatkan. Jadi itu merupakan hadiah selamat tinggal yang luar biasa bagi klub tersebut, ketika petualangan baru menantinya di Italia.

Seperti Van Basten, Frank Rijkaard mengambil langkah profesional pertamanya di lapangan bermain untuk Ajax. Dia tinggal di wilayah yang sama di Amsterdam dengan Ruud Gullit selama masa remajanya. Setelah menjadi pemain Eropa terbaik dengan Belanda tahun 1988, dia melengkapi trisula maut AC Milan dari Belanda. Hingga akhirnya, setiap pemain ini punya peran signifikan dalam karirnya satu sama lain.

AC Milan nyaris tidak terkalahkan dan memainkan gaya sepak bola revolusioner, memperlihatkan skill yang sebelumnya tidak pernah dilihat di Serie A. Inilah bagian dari rencana utama pemilik. Di tahun 1986 seorang pengusaha Silvio Berlusconi membeli klub dan menyelamatkannya dari kebangkrutan. Berlusconi merekrut manajer Arrigo Sacchi. Dia kemudian dilanjutkan oleh Fabio Capello. The “Rossoneri” mendatangkan trio Belanda ini, di mana mereka ketika itu sudah punya pemain seperti Franco Bareso, Paolo Maldini dan Carlo Ancelotti.