Sejarah Blackjack

1-sejarah-blackjack

Permainan blackjack modern punya akar dalam dari sejumlah permainan keberuntungan informasl yang biasa dimainkan di Eropa Barat ratusan tahun lalu. Terdengar mencurigakan, bukan? Mungkin lebih enak didengar seperti ini: Blackjack adalah versi Amerika modern dari sejumlah permainan kuno Perancis dan Spanyol.

Akan tetapi, anda menggambarkannya, permainan seperti yang kita mainkan saat ini adalah versi permainan yang jadi terkenal di abad 19 di Amerika. Mari kita lihat asal muasal dari permainan ini, sejumlah detil dari permainan yang mempengaruhi, catatan aturan dan perubahan gaya selama bertahun-tahun, dan munculnya taruhan online.

Sejarah awal dan asal Blackjack

Untuk memahami bagaimana permainan ini berkembang menjadi permainan seperti hari ini, anda harus mengerti kelahiran dari permainan ini sendiri.

Dua permainan yang populer di Eropa Barat di abad 14 dan 15 merupakan nenek moyang tradisional dari blackjack modern. Kita membicarakan “Chemin de fer” dan “Ferme,” permainan kesempatan dengan aturan yang sangat mirip dengan permainan meja modern saat ini.

Chemin de fer: Dari frasa Perancis yang berarti “rel kereta”, Chemin de fer akan diingat bagi fans kasino modern sebagai baccarat. Pengaruh terbesar permainan ini terhadap blackjack adalah dengan membagi pemain menjadi ‘banker’ dan ‘player’, yang menyerupai peran ‘dealer’ dan ‘player’ dalam versi modern blackjack.

Ferme: Bahasa Perancis yang berarti “kuat”, Ferme rupanya lebih mirip dengan permainan blackjack modern dibandingkan Chemin de fer, tetapi melibatkan babak taruhan tambahan dan memberikan pilihan seperti double down dan split tapi hanya untuk dealer – yang justru aturan ganjil bagi permainan modern sekaran gini.

Ledakan permainan yang menggunakan kartu bermain di pertengahan tahun 1400’an disebabkan oleh ditemukannya mesin cetak. Sebelum penemuan Gutenberg (tahun 1450), kartu harus dicat sendiri dan harganya mahal bagi pembeli. Dengan kata lain, anda harus jadi orang kaya untuk bisa main kartu. Permainan yang melibatkan potongan kayu atau tulang sangat biasa di kalangan Hoi Palloi.

Ketika kelas petaruh memiliki akses yang lebih muda pada kartu, mereka mulai menggunakan kartu tersebut sebagai hobi favorit mereka.